Audiensi tersebut dihadiri oleh Muhammad Mas'ud Silalahi, S.Sos yang didampingi Lukmanul Hakim Siregar, S.Sos., M.M. Keduanya memenuhi undangan Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, S.I.K., M.H, untuk berdiskusi mengenai kondisi sosial masyarakat Sumatera Utara yang saat ini dinilai menghadapi tantangan serius akibat maraknya penyalahgunaan narkoba dan narkotika.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Brigjen Pol Tatar Nugroho menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak lagi hanya menyasar kalangan tertentu, tetapi telah merambah hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, generasi muda hingga orang dewasa. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan ancaman nyata terhadap masa depan bangsa karena berpotensi merusak kualitas sumber daya manusia.
"Persoalan narkoba bukan hanya menjadi tugas BNN semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat agar kita mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba, khususnya di Sumatera Utara," ujar Brigjen Tatar.
Ia juga mengajak para intelektual muda, organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), aktivis mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga para penggiat anti narkoba untuk bersatu membangun gerakan edukasi yang masif di tengah masyarakat.
Menurutnya, pendekatan preventif melalui penyuluhan, edukasi, serta penguatan nilai-nilai moral menjadi langkah strategis yang harus terus diperkuat agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Muhammad Mas'ud Silalahi yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan advokasi kemasyarakatan di Sumatera Utara menyampaikan apresiasinya atas kesempatan berdialog langsung dengan Kepala BNNP Sumut.
Ia menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dalam membangun gerakan bersama melawan bahaya narkoba yang telah lama menjadi persoalan serius di Sumatera Utara.
"Silaturahmi ini menjadi energi baru bagi kami sebagai penggiat anti narkoba untuk terus hadir di tengah masyarakat memberikan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika," ujar Mas'ud.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai program BNNP Sumut di bawah kepemimpinan Brigjen Pol Tatar Nugroho, termasuk memperluas kampanye pencegahan narkoba melalui organisasi kepemudaan, komunitas sosial, lembaga pendidikan, hingga kelompok masyarakat.
Menariknya, di sela-sela pembahasan yang sarat dengan isu strategis tersebut, suasana pertemuan tetap berlangsung hangat. Brigjen Pol Tatar beberapa kali mencairkan suasana dengan candaan ringan yang membuat dialog terasa lebih akrab dan penuh nuansa kekeluargaan.
Pendekatan humanis yang ditunjukkan Kepala BNNP Sumut dinilai menjadi salah satu kekuatan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Dengan mengedepankan sikap ramah, persuasif, dan terbuka, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tersentuh untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan pemberantasan narkoba.
Menutup audiensi, Brigjen Pol Tatar Nugroho menyampaikan apresiasi atas kehadiran Muhammad Mas'ud Silalahi beserta Lukmanul Hakim Siregar. Ia berharap semakin banyak anak muda di Sumatera Utara yang terlibat aktif sebagai relawan dan penggiat anti narkoba sehingga upaya pencegahan dapat menjangkau lebih luas hingga ke lingkungan keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat.
Sinergi antara BNNP Sumatera Utara dengan para penggiat anti narkoba diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, penyalahgunaan narkoba dapat ditekan sehingga generasi muda Sumatera Utara tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan mampu menjadi penerus pembangunan bangsa.
(Redaksi)



0 Komentar